Wisata1

Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Wisata Syariah

Sekarang ini, pemerintah sedang gencar menerapkan wisata halal/syariah di sejumlah daerah, yaitu Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar, dan Lombok.

Adapun tujuannya karena saat ini Indonesia kalah populer dan ketinggalan dengan negara ASEAN, termasuk juga negara Jepang yang sudah ramai menerapkan wisata halal.

Mereka menerapkan sistem tersebut karena sebagian besar penyumbang devisa wisatawan terbesar adalah dari warga muslim, khususnya yang berasal dari Indonesia.

Maka dari itu, Kemenparekraf menyiapkan standarisasi usaha wisata syariah mulai dari hotel, restoran, spa, biro perjalanan wisata. Kemenparekraf akan menggandeng universitas-universitas untuk menyiapkan SDM industri wisata syariah seperti guide, customer service di hotel.

Seperti apa realisasinya?

Sesuai dari namanya wisata halal/syariah, maka pelayanan wisatawan dalam pariwisata halal lebih merujuk pada aturan-aturan Islam.

Salah satu contoh dari bentuk pelayanan ini misalnya hotel yang tidak menyediakan makanan ataupun minuman yang mengandung alkohol dan memiliki kolam renang serta fasilitas spa yang terpisah untuk pria dan wanita.

Selain hotel, transportasi dalam industri pariwisata halal juga memakai konsep Islami.

Penyedia jasa transportasi wajib memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim dalam pelaksanaan ibadah selama perjalanan. Kemudahan ini bisa berupa penyediaan tempat sholat di dalam pesawat, pemberitahuan berupa pengumuman maupun adzan jika telah memasuki waktu sholat selain.

Seperti itulah yang akan diterapkan oleh pemerintah di beberapa daerah yang sedang ditargetkan menjadi prospek wisata syariah.

Namun, penerapan wisata halal di tempat yang ditargetkan tidaklah menutupi wisata non-syariah/konvensional yang ada di tempat tersebut. Karena pemerintah hanya mengajak para stakeholder untuk penerapan wisata halal, bukan untuk memaksa mereka. (das)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *